top of page

Berbicara Dalam Doa

  • Oct 7, 2017
  • 2 min read

Di dalam malam ketika saya berdoa pada tanggal 26 September 2017, saya berdoa tuk di berikan kemudahan tuk menikah. Pada malam itu saya berdoa semonga wanita ini adalah wanita yang terbaik tuk saya. Hingga akhirnya saya mencoba tuk pergi jauh 560 Km dari kota jakarta. 

Dalam perjalanan malam itu terus berdoa di dalam hati kecil ini semonga dia adalah jalan yang terbaik dalam hidup saya. Ketika saya pulang dan beristirahat  di rumah. Semua seperti biasanya, hanya terfikir di dalam pikiran saya tuk berani melamar seorang wanita.

Pada saat saya memengang telepon saya, sekita saya meihat seseorang menghubungin saya, mungkin bukan siapa-siapa, tetapi seseorang wanita yang tak saya kenal menghubungin saya. Tak ada yang aneh pada saat itu.

Seketika saya berfikir seharian dan mencoba melupakan hal yang telah terjadi kemarin saya baru merasa ada susuatu yang tak disangkah, kenapa seseorang itu yang tidak saya kenal sebelumnya, menyebutkan nama yang tak mungkin orang-orang yang baru saya kenal menyebutkan nama pangilan saya. Hanya orang-orang yang saya kenal sangat lama pasti tau nama itu. 

Pada saat saya pergi jauh ke suatu tempat untuk melamar seseorang yang menurut saya dia lah orang yang terbaik tuk saya, tetapi ternyata firasat saya sejak lama kini menjadi kenyataan, akhirnya saya tau dia bukan tuk saya, dan saya akhirnya tuk kembali ke jakarta.

Ketika saya berdoa dalam malam, ketika batin saya tak sangup lagi tuk bertanya. Saya berdoa di dalam hati kecil ini. Semonga jika takdir saya tuk menikah tahun ini tak terjadi mungkin saya berharap tuk pergi istirahat selamanya.

Tetapi saya terus berdoa semonga ada wanita baik yang sudah saya tunggu sejak lama dia datang, lalu saya berfikir ternyata mungkin wanita yang datang pada malam itu adalah jawaban dari doa saya, mungkin atau saya salah.

Saya hanya berdoa tuk menjadi manusia yang lebih baik lagi dan terus belajar tetang kehidupan yang singkat ini, semonga hidup ini jika masih ada yang membutuh kan saya mungkin ijinkan lah diri ini menolong orang itu dan menjadi bagian dalam perjalanan hidup saya bersama wanita itu. Mungkin jika takdir harus seperti ini mungkin saya harus sabar hingga waktu itu berakhir tuk selamanya.

Semonga jika dia membaca tulisan ini, saya minta maaf jika saya salah. Semonga hidup ini bermakna tuk orang-orang yang pernah ada dalam perjalanan hidup saya. Terima kasih tuk segalanya. Terima masih tuk wanita C dan R.A.P

Maaf kan saya jika firasat ini salah. 

Penulis : Muhammad Budiman

Jakarta, 7 Oktober 2017


 
 
 

Comments


Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
bottom of page